Cerpen Cinta falling in love with you ~ 01

Haloo semuanya, Mia datang lagi nih. Bawa karya terbaru nih Cerpen Cinta falling in love with you, cerpen terbaru yang syukurlah udah selesai di ketik. Jadi cuma tinggal ngeposting doank. And karena Mia nggak bisa ol terus, so mia ngepostnya pake di jadwal aja deh.

Oh ya, satu lagi. Inget sebelumnya tentang cerita misteri prince and princess nggak? Sory, file cerpennya kehapus. Ini lagi proses pengetikan ulang. Hadeee, ribet banget kan?

Tapi nggak papa deh, sebagai gantinya kan cerpen baru muncul. Langsung di cek yuks...


Cerpen Cinta falling in love with you

Sore yang begitu cerah, suasana nya juga lumayan adem, dan akhirnya nular kehati penulis yang juga nggax jauh beda. Tapi kenapa tampaknya beda sekali dengan wajah Mirma yang tampak begitu mendung. Seolah menyimpan suatu masalah yang begitu sulit diungkapkan. Mirma duduk sendiri di bangku taman dengan tangan yang menggores kertas melukis apa yang berada didepannya. Tapi sepertinya 10 menit terakhir malah ia habiskan untuk melamun. Membayangkan apa yang telah terjadi dahulu, lalu sesekali matanya mengedarkan pandangan kesekeliling. Bukan. Bukan untuk menikmati suasana yang cerah ini, melainkan mencari sesosok makhluk yang ia tunggu hampir 5 tahun terakhir.

Cowok yang sepertinya masih bisa dibilang ‘Pacar’ buat nya. Cowok itu yang tak lain bernama ‘Surya’ telah pergi meninggalkan kenangan yang belum bisa ia terima, Surya berjanji akan menemuinya Oktober 5 tahun lalu, tapi tidak pernah menampakkan wujudnya hingga sekarang. Cowok yang berhasil membuatnya ‘Jatuh cinta’ untuk pertama kalinya, tapi juga merangkap sebagai cowok yang pertama membuatnya ‘Patah hati’ sekaligus membenci setiap makhluk berjenis cowok. Mirma memang, dan tentu saja sangat mencintai Surya, tapi sepertinya takdir berkata lain. Membuat cowok itu menghilang hanya meninggalkan sepucuk surat yang makin membuatnya terpukul.

“Mirma, loe masih mengharapkan kehadiran Surya?” Tanya seseorang dari belakang dangan nada keluhan dan memeluk bahunya.

“Eh, Hawa...” Mirma langsung mengusap air mata yang sempat mengalir, begitu tau siapa yang menghampirinya. Karena sahabatnya yang satu ini sangat tidak menyukai kalau tau dia masih mengharapkan kehadiran Surya. Bukan, bukan karena dia cemburu. Karena Mirma juga tau, itu semata-mata hanyalah karena Hawa tidak mau kalau Mirma lagi-lagi menangis hanya karena cowok yang bahkan nggax pantas untuk diingat.

“Apa lagi yang loe harapkan dari cowok nggax berprasaan itu lagi Mir?” Tanya hawa sambil melepas pelukannya dan melangkah duduk disamping sahabatnya.

“Gue nggax menunggunya lagi Wa, loe nggax lihat apa kalau gue lagi melukis” tanya Mirma sambil menunjukkan hasil lukisannya.

“Loe benar-benar serius sama ucapan loe kan Mir.? Gue nggax mau loe menangis hanya demi cowok brengsek nggax punya prasaan itu. Sudah cukup penantian loe selama ini, dan inilah saatnya loe bangkit. Cari cinta loe yang sempat hilang itu, jangan hanya gara-gara satu orang loe mati rasa. Gue mau loe kembali menjadi diri loe yang dulu, ceria, ramah, dan nggax pernah menyendiri” jawab Hawa dengan begitu perhatian.

“Baiklah sahabat gue yang baik, gue akan mencoba melupakannya mulai sekarang” kata Mirma dan menunjukkan senyum yang tampak begitu dipaksakan. Walau Hawa tau itu hanya kamulase semata, sepertinya dia memilih menyembunyikan komentarnya.

“Loe harus bisa bahagia mulai hari ini Mir...” kata Hawa, Mirma hanya tersenyum menanggapinya, dan kali ini sepertinya itu benar-benar senyuman yang tulus, membuat Hawa ikut tersenyum.

“Hemmm, Pulang yuk” ajak Mirma sambil berdiri setelah membereskan semua barang-barangnya. Hawa ikut berdiri tapi sebelum kakinya melangkah meninggalkan taman, mereka terdiam karena mendengar suara-suara aneh dari atas pohon tepat disamping kursi yang mereka duduki tadi. Dengan hati-hati mereka melihat keatas dan....
BRRUUKK...!!!

“Aduuuhhh... kaki gue...” keluh Steven begitu tubuhnya sukses mendarat diatas rumput taman, membuat nya merintih kesakitan dan satu kenyataan yang dia dapat. Ternyata begini rasanya jatuh dari atas pohon. Sakit.

“Bwahahaha....” tawa Mirma langsung meledak begitu melihat Steven yang menggerutu tepat didepannya, refleks Steven melirik tajam kearahnya. Sementara yang ditatap malah hanya menunjukkan wajah tanpa dosanya dan kembali melanjutkan tawanya.

“Hei, loe fikir apa yang loe tertawakan” bentak Steven sebel.

“Tentu saja elo. Hahaha... loe itu adalah orang paling bego yang pernah gue kenal dan gue tau. Bisa-bisanya loe jatuh dari atas pohon. Hahaha... apa yang loe lakuin diatas sana sambil panjat-panjatan begitu.?” Tanya Mirma masih belum bisa meredakan tawanya.

“Loe fikir gue Monyet apa panjat-panjatan. Untuk apa yang gue lakukan disana sama sekali nggax harus gue laporkan sama loe kan” balas Steven.

“Tidak, tentu saja tidak. Itu juga nggax ngaruh buat gue, palingan loe juga Cuma biasa lah seperti yang satu spesies sama loe itu. Si Monkey. Hahaha walau lebih jelekan elo sih” ejek Mirma. Sambil memberikan sedikit penilaian.

“Tunggu. Maksud loe gue jelek melebihi Monyet begitu? Wah parah loe, sepertinya mata loe itu lagi bermasalah deh, masa nggax lihat orang sekeren gue. Pangeran paling tampan bahkan Dewa ketampanan juga rela bunuh diri begitu melihat tampang gue” Steven membanggakan diri.

“Huuu Narsis, dan yang lebih paranya over dosis. Udahlah, yuk Wa kita pulang” ajak Mirma. Baiklah, dalam hati Mirma juga sepertinya mengakui kalau makhluk didepannya ini cukup keren. Walau masih kerenan idolanya. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun Oppa. Tapi nggax menutup kemungkinan kalau dia lebih keren dari pada Surya.

“Eh tunggu!” Tahan Steven tiba-tiba, Mirma dan Hawa menghentikan langkahnya dan kembali menatap Steven.

“Ya???” Tanya Mirma.

“Gue Steven. Kalian??” Tanya Steven membuat Mirma terdiam sesaat dan memperhatikan Steven dengan mata menyipit curiga, apa-apaan nih orang, ngajak kenalan?? “Gue nggax punya maksud jahat kok, jadi loe jangan menatap gue seperti itu. Tapi memangnya kalian nggax mau menyebutkan nama kalian??” Lanjutnya.

“Gue Mirma, dan ini sahabat gue. Hawa” jawab Mirma memperkenalkan.

“Baiklah Mirma, Hawa, gue berharap kita bisa ketemu lagi lain waktu. Senang bisa kenal sama kalian” balas Steven sambil tersenyum.

“Dan semoga pertemuan selanjutnya nggax akan menambah luka baru ditubuh loe. Dan gimana sama keadaan loe sekarang? Masih sakit?” Tanya Mirma hati-hati.

“Oh, gue baik-baik saja” jawab Steven.

“Tapi ngomong-ngomong, apakah kita pernah ketemu sebelumnya?” Tanya Mirma yang membuat Steven sempat kaget walau langsung bisa menguasai dirinya.

“Ehem, tentu saja tidak. Kenapa loe bisa berfikiran begitu” jawab Steven.

“Oh, gue kira, gue pernah lihat loe dimana gitu, dan sepertinya Mata loe Mirib seseorang” balas Mirma.

“Haha benarkah?? Emmm, itu pasti loe lihat waktu ditelevisi kan. Hehe gini-gini banyak yang mengatakan kalau gue itu mirib ‘Bisma’ Smash lho” kata Steven membanggakan diri membuat Mirma mencibir mendengarnya.

“Baiklah, Steven yang super narsis. Silahkan lanjutkan kenarsisan loe itu. Gue mau pulang sekarang” balas Mirma “Dan... gue juga seneng bisa kenal sama loe” lanjutnya sebelum mengandeng tangan Hawa meninggalkan taman kota.

Setelah kepergian Mirma dan Hawa dengan hati-hati Steven duduk dibangku yang tadi sempat diduduki Mirma, tubuhnya masih terasa encok dan badanya juga terasa begitu sakit. Tulangnya seperti remuk semua, bayangkan saja gimana sakitnya jatuh dari atas pohon dan yang lebih parahnya itu didepan cewek lagi. Uh malunyaaa...

“Hemmm,... Mirma. Nama yang sangat manis. Begitu juga orangnya. Senyumannya juga menenangkan. Benarkan semudah ini gue jatuh cinta?? Atau butuh 5 tahun? Hafhh tetep tegar Stev, gue pasti bisa!!!” Kata Steve sendiri lalu menghembuskan nafas panjang dan dengan hati-hati melangkah pergi meninggalkan taman sambil memegangi pinggangnya yang terasa nggax menentu. Ada sakit, linu, perih dan juga encok.

*****
Mirma melangkahkan kakinya memasuki gerbang Kampus, tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya tepat dikoridor, membuat buku-buku yang dibawanya berserakan dilantai. Mirma langsung berjongkok mengumpulkan buku-bukunya kembali.

“Aduh, sorry-sorry-sorry... gue nggax sengaja. Bener deh, loe nggax apa-apa kan? Gue lagi buru-buru banget soalnya. Gue ada jam pagi ini, dan gue udah terlambat 5 menit sekarang” kata seseorang yang Mirma juga nggax tau siapa, tapi jelas kalau dia yang sudah menabraknya barusan. Mirma menghentikan gerkannya dan menatap sang penabrak yang ber tittle cowok.

“Oh, gue nggax apa-apa kok. Ya udah, loe kalau lagi buru-buru, duluan saja. Gue bisa menyelesaikan ini sendiri” jawab Mirma dan berusaha menyunggingkan senyumannya.

“Aduh makasih banget ya, sekali lagi gue minta maaf. Gue bener-bener nggax sengaja. Kalau gitu gue duluan ya” kata tu cowok yang dibalas anggukan sama Mirma, lalu ia kembali mengumpulakan buku-buku nya yang masih berserakan.

“Nih buku loe...” kata Steven sambil menyodorkan buku yang ia pungut saat membantu Mirma.

“Makasih” jawab Mirma “Lho, Steve??? Loe kok bisa berada disini?” Lanjutnya bingung.

“Karena gue kuliah disini juga” jawab Steven.

“Benarkah?? Kok gue nggax pernah liat ya?” Tanya Mirma yang sepertinya ditujukan untuknya sendiri.

“Tentu saja. Gue itu Mahasiswa pindahan. Baru juga dua hari gue disini” jawab Steven.

“Oh, pantesan aja... kalau begitu, selamat datang dikampus baru loe ini” kata Mirma.

“Terima kasih” balas Steven sambil tersenyum “Beruntung gue bisa ketemu loe, jadi gue punya temen cewek super cantik seperti elo sekarang” jawab Steven sambil tersenyum, Mirma langsung menghentikan langkahnya kaget. Kata-kata itu mengingatkan Mirma sama Pertemuan keduanya bersama Surya dulu. Dan sepertinya juga saat Surya membantunya mengumpulkan buku-bukunya yang terjatuh akibat tabrakan kecil yang ia lakukan. Hanya saja, kali itu kesalahannya sendiri.

“Pasti gue jadi orang yang sangat beruntung karean bisa berteman sama cewek secantik elo. Bahkan super cantik. Terima kasih ya”

Dan ngomong-ngomong, pertemuan pertama nya bersama Surya dulu juga saat Mirma melihat Surya yang mendarat dirumput karena jatuh dari pohon. Apakah ini hanya kebetulan semata??? Kenapa kebetulan ini seperti berlanjut. Apa mungkin Steven dan Surya adalah orang yang sama???

“Mirma? Kenapa?” Tanya Steven menyadarkan Mirma dari lamunanya “Gue mengatakan sesuatu yang salah??” Lanjutnya dengan tampang bingung.

“Eh, eee enggak. Lupakan. Gue baik-baik saja” balas Mirma dan kembali malangkah kan kakinya. Steven hanya mengangkat bahunya tanda nggax terlalu mengambil pusing.

“Mirma...” panggil seseorang dari belakang. Refles Mirma dan Steven menoleh keasal suara, dan langsung mendapati Hawa yang berlari menghampirinya dengan tampang ngos-ngosan.

“Hawa? Loe kenapa, kok lari-lari?” Tanya Mirma.

“Gue... lho Steve, kok loe ada disini? Loe ngikutin kita ya?” Tanya Hawa kearah Steven.

“Eee bukan. Gue Cuma...”

“Steven itu anak pindahan tau. Loe jangan asal nebak yang jelas-jelas salah begitu deh, lagian apa motif nya mau ngikutin kita” potong Mirma sebelum Steve menyelesaikan ucapannya.

“Kiraaeeiinn... nah, berhubung kita punya temen baru disini. Gimana kalau ntar kita sama-sama kekantin kampus, dan... ehem-ehem, seperti biasa. Teman baru harus mentraktir kita. Gimana?? Setuju kan?” Tanya Hawa yang paling demen sama yang namanya gratisan (Aturan dari mana itu yang ngajarin begitu an non? #abaikan.)

“Nggax masalah. Ya udah kalau begitu, ntar kita ketemu dikantin saja. Gue ada jam nih sekarang, gue duluan yaa...” kata Steven setelah melirik jam tangannya sekilas.

“Steven baik ya?” Tanya Hawa yang sepertinya lebih pantas jika dibilang sebuah pernyataan setelah kepergian Steven. Mirma menoleh, menyakinkan pendengarannya.

“Semua orang akan bersikap begitu saat loe juga melakukan hal yang sama buat dia” jawab Mirma dan melangkah diikuti sama Hawa.

“Tapi hanya beberapa orang yang mengajak kenalan orang yang sudah menertawakannya” jawab Hawa nggax mau kalah “Bukannya itu bisa dibilang ‘Baik’ dalam artian yang sebenernya ya?” Lanjutnya.

“Dan kalau loe belum lupa, Bukannya Kejadian ini juga yang kita lalui waktu pertama kali kita bertemu Surya?” Tanya Mirma skeptis.

“Berhenti membahas cowok brengsek itu Mirma...”

“Dia pacar gue Wa” jawab Mirma sambil menghentikan langkahnya dan menatap Sahabatnya.

“Pacar? Maksud loe cowok yang udah membuat air mata loe terus mengalir, cowok yang membuat loe nggax bisa menjadi diri loe sendiri, cowok yang udah berkali-kali menyakiti elo, dan cowok yang hanya meninggalkan sepucuk surat dan meminta elo menunggunya seperti orang gila selama 5 tahun itu masih pantas loe bilang pacar? Ia Mir, pacar macam apa seperti itu, loe bisa mendapatkan pacar yang lebih baik lagi, kalau loe mau membuka hati loe Mirma... lupakan Surya...” balas Hawa, Mirma terdiam, lalu kembali melanjutkan langkahnya.

“Gue belum punya niat untuk cinta yang baru” jawab Mirma tanpa menoleh.

“Sampai kapan loe mau seperti ini Mirma...” balas Hawa yang sama sekali nggax mendapat tanggapan dari Mirma. Bukan karena ia tidak menyadari pertanyaan itu, hanya saja dia juga bingung dengan jawaban apa yang harus ia berikan. Iya, sampai kapan dia akan seperti ini. Tapi, cinta yang baru?? Entahlah, itu terdengar sedikit mustahil untuk dilakukan setelah apa yang udah terjadi selama ini.

To be continue dulu ya. Untuk kelanjutannya bisa di cek pada Cerpen Cinta falling in love with you part 2 yang akan segera meluncur. Oke?...


Salam, ~ Mia Cantik ~

1 komentar:

Laras Riswana mengatakan...


VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA

Kami VIPQIUQIU99 AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA mengadakan SEO Kontes atau Kontes SEO yang akan di mulai pada tanggal 20 Januari 2017 - 20 Mei 2017, dengan Total Hadiah Rp. 35.000.000,- Ikuti dan Daftarkan diri Anda untuk memenangkan dan ikut menguji kemampuan SEO Anda. Siapkan website terbaik Anda untuk mengikuti kontes ini. Buktikan bahwa Anda adalah Ahli SEO disini. Saat yang tepat untuk mengetest kemampuan SEOAnda dengan tidak sia-sia, hadiah kontes ini adalah Rp 35.000.000,-

Tunggu apa lagi?
Kontes SEO ini akan menggunaka kata kunci (Keyword) VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA Jika Anda cukup percaya akan kemampuan SEO Anda, silahkan daftarkan web terbaik Anda SEKARANG JUGA! Dan menangkan hadiah pertama Rp. 10.000.000. Keputusan untuk Pemenang Akan di tentukan dengan aturan kontes SEO yang dapat dilihat di halaman ini.

Tunggu apa lagi? Ikuti kontes ini sekarang juga!

CONTACT US
- Phone : 85570931456
- PIN BB : 2B48B175
- SKYPE : VIPQIUQIU99
- FACEBOOK: VIPQIUQIU99

Posting Komentar